Suatu waktu di suatu desa tinggalah seorang pemuda sederhana yg mencitai seorang kembang desa di daerahnya. Gadis cantik berkulit putih dan mempunyai senyum manis itu menjadi kekasih si pemuda setelah perjuangan yg sangat panjang dan alot.
Setiap waktu si pemuda selalu berpikir bagaimana membuat si kekasih (kembang desa) merasa senang dan selalu berusaha membuatnya semakin dekat dan menyayanginya. Dia pun bekerja, merangkai kata dan memberi banyak kejutan indah untuk sang kasih, membuat si kekasih merasa bahagia dan merasa nyaman berada dekat dengan si pemuda.
Setiap waktu si pemuda selalu berpikir bagaimana membuat si kekasih (kembang desa) merasa senang dan selalu berusaha membuatnya semakin dekat dan menyayanginya. Dia pun bekerja, merangkai kata dan memberi banyak kejutan indah untuk sang kasih, membuat si kekasih merasa bahagia dan merasa nyaman berada dekat dengan si pemuda.
Tapi suatu saat, ada seorang cowo kota yg modis dan kaya raya datang berlibur ke desa. Terkagum, cowo kota itu melihat kecantikan si kembang desa, ""sempurnanya dirimu di mata pria" ucap cowo kota kepada si kembang desa itu.
Berjalan waktu cowo itu menyukai si kembang desa, merayu memberi hadiah berharga kepada si kembang desa dengan tujuan memikatnya dan merenut hatinya. Apa yg terjadi ketika cowo kota itu terus melakukan itu kepada si kembang desa ? Si kembang desa merasa nyaman atas apa yg didapatnya dari si cowo kota itu, melupakan apa yg si pemuda sederhana beri dan lakukakn untuknya.
Hal yg luar biasa yg si pemuda beri untuknya dulu, menjadi hal yg terlalu biasa untuk si kembang desa kini. Sudah berpading si kembang desa dari siapa yg memilikinya dulu, mengagumi dan memperjuangkannya. Hanya karena atas apa yg diberi, materi ? Materi memang bukan segalanya, tapi kita tak bisa mengungkiri semua memang butuh materi.
Tinggalah si pemuda meratapi nasib, berharap akan hadir satu keajaiban, membukakan mata hati dan pikrian si kembang desa, menyadarkannya dan membuatnya tau betapa dia sangat menyayanginya dengan tulus, dengan hati, hidup dan waktu yg dia punya.
"Sayangmu seperti merpati yg telah ku jinakan, ku beri pakan lalu kao hadir dan tinggal di tempat yg ku buat tuk mu. Tetapi disaat ada orang yg menyediakan pakan lebih tuk mu, kao terbang berpindah dari tempatku terbang mengejar ujung dunia yg takan pernah berujung. Cintamu, cinta merpati tuk ku."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar