Rabu, 24 Oktober 2018

Aku kembali menggali sedikit memori.


Hari ini ku kembali dalam ruang, yg sudah lama tak ku jamah dan kunjungi. Berbinar kini indraku, melihat kembali apa yg telah pergi. Aku kini bukan lah aku dulu, aku telah hilang dan kehilangan "aku" yg entah lupa kemana. Kau tahu apa yg romantis dariku ? Walaupun aku bukan lah hujan aku selalu ingin jatuh kembali walau semu hanya untuk melihatmu, menatap lugu indah farsamu. Hangat, walau hanya dalam ruang, kenanganmu terasa erat, selalu.

Jumat, 24 Mei 2013

Kisah Embun Pagi



Aku adalah setetes air yg hadir setiap pagi di pelepah daun mawar. Hadirku menghiasi mawar cantik di ladang bunga yg penuh akan warna kehidupan. Ku sadari aku hanyalah setes air yg akan menguap jika sang mawar tak ingin menyerapku. Hadirku takan bermakna jika sang mawar melakukan itu terus menerus padaku.

Lalu apa yg ada di dalam pikiranku ?
Sampai aku terus mencoba, terus hadir walau ku tau akan terbuang aku siasia..

Aku hanyalah hal kecil yg tak bisa melakukan banyak hal. Kadang aku melihat mentari, begitu hangat, terang dan memberi banyak makna pada banyak mahluk di dunia. Terkadang aku sangat ingin menjadi mentari, sungguh bermakna mungkin tuk si mawar jika aku adalah mentari.
Yg ku pikir adalah, tak mungkin aku merubah wujudku menjadi sang mentari. Aku hanyalah tetes kecil yg terus bermimpi, gigih dan meyakini apa yg ku yakini. Dalam pikirku, "jika aku tak dapat menjadi mentari, setidaknya aku dapat bermanfaat sedikitnya seperti mentari" minimal tuk hal yg ku sayangi, mungkin itu adalah si mawar.
Walau ku tau aku akan hilang terbakar cahaya sesudah pagi. Walau ku tau mungkin aku hanya akan jatuh dan menjadi lumpur, tapi dalam benakku tersimpan sejuta harap, sang mawar akan menyerapku dan memaknai aku dalam hilangku. Sungguh, sungguh aku ingin hilang dengan manfaat, memberi kenangan indah pada hal yg ku jaga dan sayangi.

Aku adalah embun, sebening diriku ku jaga hatiku..
Aku adalah embun pagi, sesejuk aku kasihku yg tulus padamu..
Aku adalah setetes embun pagi, yg hanya ingin menghilang dalam pelukmu kasih..

Aku adalah aku, yg menyayangimu dengan tulus, dengan usaha kecilku yg penuh harap punya makna tuk mu..

(Ku tulis kisahku, embun pagi tuk mawar hidupku*)

Rabu, 22 Mei 2013

Putri Batu Karang

Suatu waktu di suatu tempat yg sangat indah dan nyaman terdapat satu kerajaan megah dan mewah. Di dalam istana terdapat seorang putri berfaras cantik, memilik senyum manis yg membuat semua takluk melihatnya.
Seiring berjalan waktu, sang putri pun tumbuh dan menjadi dewasa. Jatuh cinta, menyayangi dan disayangi oleh satu pangeran dari satu tempat yg sangat jauh di ujung dunia. Mereka membuat banyak cerita kasih, tulus tanpa pamrih yg membuat orang takjub dan terkagum kepada kisah cinta mereka itu.
Walaupun banyak pria yg memiliki rasa terhadang sang putri, sang pangeran ujung dunialah yg dia pilih. Kesederhanaan, kesehajaan mungkin yg membuatnya tampak sedikit aga berbeda. Pria yg memiliki rasa tulus dan kesetiaan yg sulit didapat dari pri mana pun.
Tapi, semakin lama mereka saling berhubungan, bukan kematangan yg mereka dapat. Sang pangeran bertanya, mengapa sang putri bersikap lebih berbeda dari yg dulu. Hatinya mulai terluka karena sikap sang putri, "tapi aku dan hatiku selalu menyayanginya dengan ketulusan dan waktu yg ku punya" ucap bibir sang pangeran meyakinkan dirinya tuk tetap tegar dan bertahan mempertahankan hubungan itu.

*Apa yg membuatmu berbeda, tak sama dengan yg ku kenal dulu ?
"Memintaku memenuhi apa pintamu, memerintahku selayaknya aku adalah pelayanmu, memanggilku ketika kao sedang membutuhkan jasaku, dan kemudian menganggap ku tiada setelah apa yg kao mau telah kao punya" pikir sang pangeran teringat sikap sang putri yg jauh melangkah dari sosok yg dulu.

Putri yg cantik menjdai semakin cantik, semakin manis dan sempurna di mata pria. Banyak raja dan pangeran mendekatinya, memberinya sejuta harta, kemewahan dan mimpi dari semua wanita. Kelebihannya membuat dia merasa begitu berharga, penting dan lebih dari sekedar putri biasa. Tak disadarinya, dia menjadi terlalu menganngap dirinya sempurna, sampai dia terlalu menyepelekan orang di sekitarnya, menganggap terlalu biasa apa yg kasihnya beri untuknya kini.
Betapa sakit hati sang pangeran ujung dunia, merasa ada tapi tak ada di hatinya kini. Ucap darinya hanya sekedar kicau burung belaka, apa yg diperbuatnya hanya sekedar angin yg berhembus kini.
Pada tiba satu waktu, sang pangeran menemui ajalnya karena sakit yg dia punya. Tak satu pun orang yg mengetahuinya, karena dia tak pernah mau membuat orang disekitarnya menjadi sedih karenanya, sungguh ikhlas dirinya.

Awalnya sang putri tak merasa ada yg hilang dari hidupnya. Seiring berjalan waktu, semua menua dan memudar. Sang putri hanyalah seorang putri yg mengejar ujung dunia samapi dia kembali ke titik dimana dia berpijak semula. Tak ada yg dia dapat, ketika dulu dia menganggap orang lain biasa, kini dialah yg menjadi terlalu biasa untuk orang lain. Karena orang lain sudah tak penasaran dengannya, sudah tak mencoba tuk mendapatkannya kini.

Sampai akhirnya, malam sepi melarutkan ingatan sang putri tentang kenangan dari sang pangeran ujung dunia yg sederhana, tulus dan setia selalu untuknya. Apa yg pernah dia lakukan dulu memang tak semewah apa yg orang lain beri, tapi cukup bermakna tuk mengendap dalam hati. Tetes air mata pun berderai, pipi cantiknya basah oleh hujan tangisnya, meratapi betapa keras hatinya, tertutup mata hatinya hanya karena silau dunia. Hanya sesal yg dia punya kini, meratapi hatinya yg sekeras karang di samudra.

Senin, 20 Mei 2013

Kehidupan seperti "Film"

Pernah terbayang dalam pikiranku, begitu kompleks hidupku. Andai aku adalah aktor yg hidupku selalau direkam oleh mata lensa, disusun menjadi satu cerita dan ditayangkan menjadi satu film. Begitu hebatnya film itu, semua drama dalam kehidupan nyata terkandung di dalamnya.

Pernahkah kalian berpikir ?

Begiu hebatnya pecipta kita, meranjang berapa ribu naskah cerita hidup manusia layaknya skenario film. Bedanya, kita adalah aktor yg tak pernah sadar telah diawasi selalau seperti terekam dalam mata lensa. Kita tak pernah meminta break dalam hidup, walau terlelap terkadang kita bermimpi atas harapan.

Sehebat itu kah kita ? Menjadi aktor hebat tanpa kita meyadarinya..
Sang Pencipta, sungguh kompleks membuat kita menjadi mahluk yg sungguh bertalenta tinggi.
Banggalah kalian, karena kalian adalah seorang aktor hebat yg selalu diikuti dan direkam "mata lensa" tanpa kalian menyadarinya. Biarkan orang yg meremehkanmu, karen mereka tidak tau cerita yg kao mainkan dalam hidupmu, tak tau seberapa sulit untumu memainkan peranan itu. Sungguh sulit mejadi kita, dan kemudian sungguh hebat kita.



Katakanlah "Aku bangga atas diriku, karena kalian tak tau siapa aku yg sebenarnya"

Cinta Burung Merpati

Suatu waktu di suatu desa tinggalah seorang pemuda sederhana yg mencitai seorang kembang desa di daerahnya. Gadis cantik berkulit putih dan mempunyai senyum manis itu menjadi kekasih si pemuda setelah perjuangan yg sangat panjang dan alot.
Setiap waktu si pemuda selalu berpikir bagaimana membuat si kekasih (kembang desa) merasa senang dan selalu berusaha membuatnya semakin dekat dan menyayanginya. Dia pun bekerja, merangkai kata dan memberi banyak kejutan indah untuk sang kasih, membuat si kekasih merasa bahagia dan merasa nyaman berada dekat dengan si pemuda.
Tapi suatu saat, ada seorang cowo kota yg modis dan kaya raya datang berlibur ke desa. Terkagum, cowo kota itu melihat kecantikan si kembang desa, ""sempurnanya dirimu di mata pria" ucap cowo kota kepada si kembang desa itu.
Berjalan waktu cowo itu menyukai si kembang desa, merayu memberi hadiah berharga kepada si kembang desa dengan tujuan memikatnya dan merenut hatinya. Apa yg terjadi ketika cowo kota itu terus melakukan itu kepada si kembang desa ? Si kembang desa merasa nyaman atas apa yg didapatnya dari si cowo kota itu, melupakan apa yg si pemuda sederhana beri dan lakukakn untuknya.
Hal yg luar biasa yg si pemuda beri untuknya dulu, menjadi hal yg terlalu biasa untuk si kembang desa kini. Sudah berpading si kembang desa dari siapa yg memilikinya dulu, mengagumi dan memperjuangkannya. Hanya karena atas apa yg diberi, materi ? Materi memang bukan segalanya, tapi kita tak bisa mengungkiri semua memang butuh materi.
Tinggalah si pemuda meratapi nasib, berharap akan hadir satu keajaiban, membukakan mata hati dan pikrian si kembang desa, menyadarkannya dan membuatnya tau betapa dia sangat menyayanginya dengan tulus, dengan hati, hidup dan waktu yg dia punya.

"Sayangmu seperti merpati yg telah ku jinakan, ku beri pakan lalu kao hadir dan tinggal di tempat yg ku buat tuk mu. Tetapi disaat ada orang yg menyediakan pakan lebih tuk mu, kao terbang berpindah dari tempatku terbang mengejar ujung dunia yg takan pernah berujung. Cintamu, cinta merpati tuk ku."

Selasa, 05 Februari 2013

Bukan Hanya Kata Bermakna

Ketika ku lihat dunia, rancu otaku penuh penat dengan sejuta tanya dalam otaku. Melihat segelintir orang hanya tertawa, berandai dan berbicara tak nyata.Tegur sapa seorang ibu tua, "mengapa adik terbengong, hidup tak selalau nyata tuk dilihat ? Terkadang kita harus menutup mata, bertanya pada hati apa yg sebenarnya nyata tuk kita" ucap sang ibu, lalu meninggalkanku sendiri..

Apa maksud dari ucap wanita tadi tanya diriku di dalam pikirku ?

Berjalan aku, semakun ku lihat dunia. Ku terpikir ucap tadi, apa hal nyata tuk ku ? Sebenarnya materi tak nyata tuk ku, materi hanya alat tuk tetap hidup dan bertahan mencari jawaban atas tanyaku. Lalu apa ? Semua tak nyata bagiku kini, semua tak kekal dan silih berganti, lalu apa hal nyata tuk ku..

Mimpi ? Perasaan ?
Apa yg ku rasa sejak tadi mungkin nyata, setiap cap pasti bisa berkrudung dusta, Tapi rasa ? Ku rasa menyatu dalam ragaku, aku bukanlah celoteh burung berbunyi tanpa tau apa makna. Aku bukanlah tumbuhan yg bergerak mengikuti angin, menuruti kehendak alam walau aku tak tau akan menjadi apa aku nanti..

Aku adalah aku, yg nyata tuk ku adalah pikirank ?
Mimpi dan cita-citaku ?

Bukan dunia yg akan merubahku kini atau ananti, tapi mungkin ? Aku yg akan merubah dunia nanti. Karena bukan dunia yg berpikir tentang diriku, tetapi aku yg berpikir tuk dunia..

Aku, pikiranku nyata adanya :))

Selasa, 25 Desember 2012

Suara Hati

Apakah yg anda pikirkan jika mendengar kata 'HATI' ??

Bukankah sesuatu yg sering terdengar dalam telinga anda, perkataan semua orang yg membahas perihal hati ? Tapi apakah anda tau, apakah anda pernah berbincang dan mencoba mendengar apa yg hati katakan kepada diri anda. Berpikir tentang apa yg anda mau ? Siapa jati diri anda ? Dan apa tujuan hidup anda ? Sesuatu yg saya kira layak untuk anda pikirkan, renungkan untuk mengetahui lebih dalam tentang diri anda.


Terkadang dalam hidup, kita tidak selalu mendapat apa yg kita mau ? Lagi pula kenapa, kita tidak boleh terpaku dengan hal apa yg kita mau, tapi cobalah terbiasa dengan apa yg kita butuh. Terkadang seolah anda memang merasa sangat mengenal diri anda, tapi belajarlah bertanya kepada orang disekitar anda tentang apa yg mereka lihat dalam diri anda. Dan yg terpenting dalam hidup anda dan diri anda, pertanyakan tujuan hidup anda ? Terkadang apa yg anda kira benar tidak begitu di mata orang selain anda, penilaian subjektif bukan sesuatu yg seharusnya anda andalkan, bertanyalah dan mulai menggunakan pandangan objektiv dari orang di sekitar anda. Karena dunia, terkadang tidak seperti apa yg ada di benak anda.

Hati adalah teman, nurani yg sudah melekat dalam diri anda, dengarlah..