Jumat, 24 Mei 2013

Kisah Embun Pagi



Aku adalah setetes air yg hadir setiap pagi di pelepah daun mawar. Hadirku menghiasi mawar cantik di ladang bunga yg penuh akan warna kehidupan. Ku sadari aku hanyalah setes air yg akan menguap jika sang mawar tak ingin menyerapku. Hadirku takan bermakna jika sang mawar melakukan itu terus menerus padaku.

Lalu apa yg ada di dalam pikiranku ?
Sampai aku terus mencoba, terus hadir walau ku tau akan terbuang aku siasia..

Aku hanyalah hal kecil yg tak bisa melakukan banyak hal. Kadang aku melihat mentari, begitu hangat, terang dan memberi banyak makna pada banyak mahluk di dunia. Terkadang aku sangat ingin menjadi mentari, sungguh bermakna mungkin tuk si mawar jika aku adalah mentari.
Yg ku pikir adalah, tak mungkin aku merubah wujudku menjadi sang mentari. Aku hanyalah tetes kecil yg terus bermimpi, gigih dan meyakini apa yg ku yakini. Dalam pikirku, "jika aku tak dapat menjadi mentari, setidaknya aku dapat bermanfaat sedikitnya seperti mentari" minimal tuk hal yg ku sayangi, mungkin itu adalah si mawar.
Walau ku tau aku akan hilang terbakar cahaya sesudah pagi. Walau ku tau mungkin aku hanya akan jatuh dan menjadi lumpur, tapi dalam benakku tersimpan sejuta harap, sang mawar akan menyerapku dan memaknai aku dalam hilangku. Sungguh, sungguh aku ingin hilang dengan manfaat, memberi kenangan indah pada hal yg ku jaga dan sayangi.

Aku adalah embun, sebening diriku ku jaga hatiku..
Aku adalah embun pagi, sesejuk aku kasihku yg tulus padamu..
Aku adalah setetes embun pagi, yg hanya ingin menghilang dalam pelukmu kasih..

Aku adalah aku, yg menyayangimu dengan tulus, dengan usaha kecilku yg penuh harap punya makna tuk mu..

(Ku tulis kisahku, embun pagi tuk mawar hidupku*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar