Sabtu, 02 April 2011

Saat'y mendengar..

Ketika emosi menguasai kita:

"Orang berbicara, kiya membantah. Seolah kitalah orang yg paling benar, kita abaikan semua masukan dari orang di sekitar kita. Hanya amarah yg ada di dalam pikiran kita, sebenar'y kita tak berpikir. Hanya mengekspresikan apa yg kita pendam dalam hidup kita. Kita hanyalah seperti hewan yg mengikuti nafsu dan naluri."

Ketika kita berpikir:

"Kita bagai batu yg diam merenungi hidup kita. Bingung dgn keadaan yg kita alami, entah apa yg kita mau dan entah apa yg kita cari atau tunggu. Walau orang bergemuruh ramai di sekitar kita, terasa sepi bagai mati di tengah keramaian. Kita hanyalah bagai tumbuhan yg memerhatikan tanpa melakukan apa pun."



Ketika kita mulai mendengar:

"Kita bagai bayi yg penuh rasa ingin tau. Kita mulai belajar dari awal, mulai berpikir untuk kita praktekan dalam kehidupan nyata. Terus mendengar, terus bertambah apa yg kita tau. Terus mencoba, semakin banayk apa yg kita alami. Sekarang kita bagai seorang anak yg tumbuh membentuk jati diri, belajar dari ketidak tahuan untuk menjadi pribadi yg lebih baik."

Seseorang yg hidup sebenar'y tidak hanya berbicara, terkadang hidup tak semudah apa yg kita bicarakan. Seseorang harus mulai mendengar ---> Berpikir akan apa yg benar ---> Bergerak mencari apa yg nyata !!!

Bukankah benar ???
Kita bisa menjadi apa yg kita mau..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar