Entah apa yg dia pikir, entah apa yg dia mau. Sepertinya pria itu punya jalan berpikir sendiri atas diri'y..
Suatu hari seorang teman bertanya, "kenapa di saat dia bertanya ttg sesuatu atau sekedar meminta pendapat akan sesuatu kao hanya menjawab'y dgn lelucon dan canda..??" itu selalu..
Tapi, di lain kesempatan dia berterimakasih kepada pria itu karena saat itu mau menjawab dan memberi saran kepadanya ata masalah yg sedang dihadapi..
"Kenapa kali ini kao berbicara dgn bijak dan benar ? Tidak biasa'y.." tanya seorang teman..
Dan pria itu menjawab..
"Sebenar'y bukan saya tak mau memberi saran atau nasihat ketika ada orang bertanya. Sesungguh'y saya hanyalah malu, toh apa yg nnti saya akan sampaikan belum tentu benar ada'y & belum tentu saya lebih baik dari orang yg saya nasehati. Apakah pantas untuk saya menasehati orang yg barang kali jauh lebih baik dari pada saya.."
"Sesungguh'y saya lebih suka mendengar dan belajar dari saran dan pendapat dari orang lain dari pada saya berbicara tapi tentu isi dari apa yg saya ucapkan memiliki kebenaran di dalam'y.."
---> Terkadang kita harus diam dan mulai mendengar, bagaimana kita bisa belajar jika kita selalu membantah apa yg diucap atau disarankan orang kpd kita <---
(Terkadang diam adalah sesuatu yg sangat bijak & berharaga.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar