Sabtu, 19 Maret 2011

Kisah seorang Ibu..

Di suatu tempat ada sebuah gubuk yg dihuni oleh seorang Ibu dgn dua orang anak. Di usia'y yg sudah lebih dari kepala empat, wanita itu harus terus bekerja keras untuk bisa mneghidupi ke-dua anak'y yg berusia 9 dan 6 thn.

Suatu ketika, di hari yg sudah mulai gelap sang Ibu belum lah kembali pulang. Ke-dua anak'y mulai merasa resah dgn ditemani rasa lapar dan dingin dari angin yg berhembus.


"Kenapa ibu belum pulang juga ka..??" tanya si adik dgn muka sedih'y.
"Mungkin sebentar gy dik, sabarlah sebentar.." dgn senyum di balik kekhawatiran'y.

"Itu ibu ka.." si adik berteriak sambil berlari menuju ibu'y yg berjalan sambil membawa sekantung beras. "Ibu dari mana saja ? adik lapaar buu.." kata si adik sambil berjalan beriringan dgn ibu'y.

"Ayoo masuk, ibu akan memasakan nasi untuk kaliah.." sang Ibu berkata dgn penuh senyum yg menyembunyikan rasa lelah karena telah bekerja sepanjang hari hanya untuk medapatkan sekantung beras untuk anak'y yg menanti di rumah.


*****

Setelah nasi'y matang, si Ibu hanya menaburkan garam di atas nasi lalu memberikan'y kpd anak-anak'y yg sudah menunggu sejak tadi. "Ibu tidak makan..?" tanya si kaka kpd Ibu. "Ibu tidak lapar, kalian saja yg habiskan nasi itu. Biar tidak sakit.." jawab si Ibu sambil tersenyum.

Di balik senyum damai dari sang Ibu, wanita itu berusaha untuk tidak menunjukan rasa lelah dan lapar yg dirasa'y karena tidak mau melihat anak-anak'y khawatir dgn diri'y. Kulit yg usam sudah mulai menua, raut wajah tak gy muda, sendi-sendi sudah tak bisa bergerak segesit dulu. Tapi wanita ini teru berjuang dgn tetes keringat'y untuk anank-anak'y.


*****

Di malam yg sunyi kian dingin, anak-anak terbaring di pankuan ibu'y. Diusap'y kening ke-dua anak'y, dibelai lembut rambut'y penuh kasih sayang, membuat mereka merasa aman dan nyaman.

"Ibu, kenapa ibu terlihat pucat, badan ibu pun terasa sangat panas. Ada apa dgn Ibu..?" tanya si kaka dgn meneteskan air mata.
"Apa ibu sakit karena terlalu keras bekerja untuk kami..??" sambung sang adik sambil memeluk Ibu'y.
Dgn senyum'y, sang Ibu menjawab "Tidak apa anak-ku, ibu tidak sakit. Ibu merasa sangat sehat dan bahagia bisa berkumpul dgn kalian, ibu sayang kalian.."



Sang ibu mengecup kening ke-dua anak'y. Lalu dia mengucapkan kalimat sahadat dgn lancar, dan menutuo mata't sambil memberikan senyum di bibir'y.


Ibu......Ibuu...
Sungguh besar jasamu..
Betapa berarti'y diri-mu untuk ku..
Sorot mata-mu menerangi gelap dalam hidup ku..
Senyum-mu menjadi mawar yg menghias dalam keheningan..
Ibuu.....
Kao bagai malaikat untuk ku..
Terima kasih Ibu..

1 komentar: