Di suatu tempat, ada sebuah kerajaan yg besar dan sedang berjaya. Raja yg memimpin kerajaan itu sangat pandai, baik hati & tidak sombong. Semua rakyat merasa nyaman dan aman tuk tinggal di sana. Mayoritas rakyat'y juga hidup dgn berkecukupan.
Tapi, di suatu tempat di ujung kota. Hiduplah seorang miskin yg hanya hidup di dalam sebuah kardus yg kumel. Harta yg dia miliki hanyalah cangkir'y tuk minum, mankuk roti tuk dia makan & selembar kain tua yg dia jadikan selimut dikala dingin.
Di kemudian hari sang Raja mengetahui bahwa ada rakyat'y yg masih dalam keadaan yg memprihatinkan. Tak lama setelah Raja mendengar kabar itu, dia pun memutuskan tuk melihat keadaan si miskin itu dan berniat untuk membantunya.
*****
Ketika sang Raja tiba ke tempat itu, si miskin sedang duduk di depan rumah kardus'y sambil menatap langit. Sang Raja pun melangkah menghampirinya dan berbicara:
"Wahai rakyatku, sungguh sedih aku melihat keadaanmu yg seperti ini.." ujar sang Raja..
"Wahai Rajaku, mengapa engkau sedih melihatku ? Sungguh, aku bahagia dgn kehidupan ini.." jawab si miskin sambil tersenyum.
Sang Raja kaget mendengar'y lalu bertanya "Wahai rakyatku, kao tinggal di rumah kardus yg tak layak huni, kao hanya memiliki cangkir, mangkuk & kain sbg hartamu. Gerangan apa yg membuatmu bahagia dgn hidupmu ? Sungguhlah rakyatku, sebutkanlah apa yg perlu aku perbuat untuk membuatmu merasa lebi nyaman & bahagia untuk hidupmu ?" sang raja menatap si miskin dgn serius..
"Wahai Rajaku, sungguhlah aku tak berdusta padamu. Aku sungguh bahagia dgn hidupku, aku masih bisa bernafas dgn bebas di alam yg indah ini, mata ku selalu takjub memandang keindahan dari dunia, perutku terisi oleh semua yg ku petik dari hutan & aku tak pernah kehausan karena aku bisa kapan saja minum air sungai yg terus mengalir tiada henti. Sungguh beruntunglah aku, sungguh bahagia aku. Jika benar anda benar-benar ingin melakukan sesuatu tuk membuatku nyaman, bisakah anda bergeser sedikit dari hadapanku wahai Rajaku, sesungguhnya kao menghalangi sinar mentari yg sedang senantiasa menyinari & menghangatkan ku.." jawab si miskin dgn senyum & kerendahan hati'y..
Sang Raja berdiam sebertar, dia menatap si miskin dgn takjub. Perlahan tapi pasti, air mata sang Raja pun meleleh membasaihi pipinya. Sang Raja pun menghampiri dan memeluk si miskin. "Sungguh.. aku bangga bisa mengenal & berbicara dgn mu.." ujar sang Raja pada si miskin..
*****
Setelah kejadian itu, si miskin pun melanjutkan hidupnya yg damai & sang Raja menjadi seorang pemimpin yg lebih baik hati nan bijak..
-----KESIMPULAN-----
Manusia memang tak akan pernah puas dgn apa yg dimilikinya. Tapi sungguh, sesungguh'y semua yg manusia butuhkan sudah tersedia di sekitar mereka. Lihatlah alam di sekitarmu, mulailah mensyukuri hidupmu sekarang. Hidupmu akan berarti jika kao bersyukur & mulai membuka mata hatimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar